spbu tenggarong seberang

tenggarong adalah kota yang dibelah oleh sungai mahakam. makanya ada daerah yang namanya tenggarong seberang. di daerah ini ada satu spbu yang menurut saya sangat bermasalah. di bagian khusus bagi sepeda motor, petugasnya mengisi bbm tanpa memanfaatkan sistem penghitungan yang sebenarnya sudah sangat canggih itu. jika di tempat lain yang pegawainya bertugas dengan benar, apabila konsumen ingin membeli bbm senilai rp 10.000, maka petugas akan mengetik angka 10.000 di mesin itu dan otomatis jumlah bbm yang keluar adalah senilai rp 10.000. bahkan kebanyakan mesin tersebut bisa diprogram sehingga tidak perlu lagi menekan 10.000, tetapi cukup menekan tombol tertentu yang sudah diatur. biasanya sih 2 di antara tombol-tombol tersebut sudah diprogram untuk mengeluarkan nilaiĀ rp 5.000 dan rp 10.000

tetapi di spbu itu, petugas tidak pernah mengetik nilai yang konsumen sebutkan. sehingga dia mengeluarkan bbm sambil memperhatikan nilai yang sudah dikeluarkan. misal konsumen ingin membeli bbm seharga rp 10.000, di satu saat bisa saja dia memperoleh 10.079 dan di saat lain hanya memperoleh 9.984. sangat tidak akurat bukan? bisa kita hitung berapa banyak jumlah bbm yang tidak sesuai dengan yang konsumen inginkan. misalnya dalam sehari spbu itu melayani 200 konsumen, maka spbu itu akan rugi sebesar 79 x 200 = rp 15.800 atau 3.511 liter. atau sebaliknya, spbu akan untung sebesar 16 x 200 = rp 3.200 atau 0.71 liter. dalam sebulan? setahun? pasti sangat besar kerugian atau keuntungannya. pegawai seperti itu seharusnya dipecat saja! karena itu tandanya ia malas bekerja.

tadi pagi malah ada berita tentang para pegawai itu yang mengeroyok seorang konsumen. penyebabnya tidak jelas. ceritanya ada seorang konsumen yang tidak mematikan mesin mobilnya saat ingin mengisi bbm. salah seorang petugas itu pun menyuruhnya untuk mematikan mesin mobilnya, dan hal itu dituruti. setelah selesai mengisi bbm, petugas tersebut malah memaki-maki konsumen itu. konsumen itu, yang ternyata adalah petugas kepolisian yang sedang berpakaian sipil, mengucapkan kata-kata yang membuat petugas itu semakin tersinggung. lalu terjadilah adu pukul, dan karena masih berada di lingkungan spbu, petugas yang lain pun datang dan mengeroyok polisi itu. mereka membawa berbagai senjata seperti tongkat besi dan bahkan senjata tajam. akhirnya semua petugas itu digiring ke kantor polisi untuk dimintai keterangan dan 5 di antaranya dijadikan tersangka. parah betul. seharusnya pemilik spbu itu mengganti semua petugasnya dengan yang baru sejak lama. kini semuanya sudah terlambat, kerugiannya pasti lebih besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *