mengejar san siro milan 1

ini adalah peristiwa yang kualami pertengahan november – akhir desember 2010 lalu . . . .
waktu itu sore menjelang, sehari sebelum idul adha. aku sedang di rumah ketika telpon genggamku berbunyi. nomor jakarta, tidak dikenal otak hpku. kuangkat, seorang wanita berbicara, dari adidas indonesia katanya. inti pembicaraanya adalah apakah aku punya paspor atau tidak. itu saja, dan hubungan telpon dihentikan setelah dijanjikan ia akan menelpon lagi. ada apa ya, apakah aku memenangkan sesuatu?
dalam sekejap, pikiranku melayang mundur. waktu itu sekitar awal oktober, aku iseng ikuti permainan di fb yang berjudul trophy raiders yang diselenggarakan adidasfootball. permainannya sederhana sekali. cukup pilih satu tim di antara chelsea, ac milan, liverpool, real madrid, dan bayern muenchen untuk kita dukung. bingung di antara tiga klub favoritku, milan, chelsea, dan muenchen, akhirnya aku pilih milan karena inilah klub yang pertama kali aku dukung. lalu kita hanya perlu memasukkan kode yang dikeluarkan adidasfootball ke permainan trophy raiders itu dan kita akan dapat poin (mulai 100-5000). dari sekian poin yang kita punya itu, setiap 10 poinnya berarti 1 undian. undian untuk apa? untuk terbang ke kandang tim yang kita dukung dan nonton pertandingannya!

lalu, pikiranku melayang maju. satu hari sebelum mendapat telpon itu, aku dapat pesan di fb dari orang yang ga jelas yang mengatasnamakan diri dari tim trophy raiders adidas yang meminta alamat email, no hp, tempat/tanggal lahir, dan umur. merasa senang sesaat tidak berubah dan beraturan, langsung aja kukasih semuanya. kenapa senang sesaat? karena setelah terkirim baru kepikiran masalah hacker yang bisa masuk ke akun kita dengan data yang baru kuberikan itu. tapi akhirnya kekhawatiran itu hilang setelah esoknya ada balasan dari dia. katanya, tunggu kabar kalau-kalau aku jadi pemenangnya.

sore itu, telpon berbunyi lagi dari nomor yang sama. lalu, benarlah kabarnya, aku memenangkan trophy raiders itu! dan hadiahnya GRATIS KE SAN SIRO NONTON AC MILAN BERTANDING, TUR STADION, DAN MERCHANDISE DARI ADIDAS! 😀 😀 😀

bayangkan, kalau dihitung-hitung, maka peluang untuk memenangkan hadiah tersebut adalah 1 di antara jutaan orang dari 5 negara di asean. dan tentunya banyak orang yang memiliki jumlah nomor undian yang sama karena kode yang diberikan dapat diakses siapapun. jadi sungguh sebuah keberuntungan besar jika dapat memenangkan hadiah ini.

tetapi aku ga bisa senang-senang dulu. karena setelah diberi kabar tersebut aku harus memutuskan dalam waktu 2 jam akan mengambil hadiah itu atau tidak. kenapa diberi pilihan seperti itu? karena waktu antara pengumuman itu dan hari keberangkatan hanyalah 3 minggu saja. sementara hari efektif untuk mengurus visanya hanya kurang dari 12 hari, padahal waktu yang dibutuhkan untuk mengurus visa ke italia (visa schengen) adalah 14 hari! demi peluang ke italia dan menyaksikan ac milan bertanding secara langsung di kandangnya, hadiah ini pun kuambil!

hadiah itu untuk 2 orang, jadi aku boleh mengajak 1 orang lagi. yang terpikirkan pertama kali adalah kakakku yang juga seorang penggemar ac milan. kuhubungi dia melalui telepon untuk mengajaknya, tetapi ternyata paspornya sudah tidak berlaku lagi. akhirnya diputuskan untuk memperpanjang paspor tersebut dengan asumsi bisa jadi dalam satu hari. aku pikir akan sangat sulit, atau kalaupun bisa akan sangat mahal untuk menyogok petugasnya. tapi kuiyakan saja. semoga bisa, pikirku. jadi, masku yang ada di yogya harus pulang ke semarang dan mengurus paspornya itu di hari kamis.

esoknya, selama sehari penuh aku melakukan berbagai macam hal mencoba menyelesaikan urusan. pertama, mencari tahu dokumen apa saja yang diperlukan untuk mengurus visa: paspor, kartu keluarga, akta kelahiran, ktp, npwp, rekening 3 bulan terakhir, surat keterangan kerja, surat referensi bank, dan foto terbaru. kartu keluarga dan akta kelahiran kuminta dari semarang. mereka kirimkan versi digitalnya (hasil scan). lalu hasilnya akan kuprint  hitam-putih saja supaya terlihat seperti hasil fotokopi. lalu karena aku ga punya foto terbaru, akhirnya aku pergi ke layanan foto terdekat di tenggarong. untungnya tempat itu buka dan masalah foto pun beres 50%, tinggal tunggu hasil cetaknya saja.

supaya lebih aman, aku pesan foto ukuran 3×4 dan 4×6 sekaligus. namun ternyata yang dibutuhkan adalah ukuran 3,5 x 4,5! jadilah aku harus pergi ke toko itu keesokan harinya untuk mencetak lagi. namun ternyata toko itu tutup. di toko lainnya, sang pelayan bingung dengan ukuran yang aku minta. katanya tidak ada ukuran seperti itu dalam daftar harga yang mereka miliki. padahal kan ukuran itu tinggal dibuat saja. sungguh sebuah toko dan pelayanan yang ketinggalan jaman, walaupun akhirnya bisa juga cetak di situ.

hari jumat, semua berkas yang diperlukan kutargetkan beres. maka hari itu aku ngeprint hasil scan kartu keluarga dan akta kelahiran yang dikirim via email dari semarang. lalu juga ngeprint surat keterangan kerja. setelah itu memfotokopi beberapa di antaranya. berkas hampir lengkap. yang belum tersedia adalah bukti rekening 3 bulan terakhir, surat referensi bank, dan foto yang baru akan jadi malam itu. untuk kedua dokumen dari bank, aku harus ke samarinda karena bank muamalat terdekat adanya di samarinda.

sesampainya di bank, ternyata surat referensi harus disertai dengan pengantar dahulu. jadilah aku menulis surat dengan tulisan tangan di selembar kertas folio bergaris. entah kapan terakhir aku menulis surat sepanjang itu dengan tangan :D. setelah beres dan kuserahkan ke layanan pelanggan, ternyata pejabat yang berwenang sedang tidak ada di tempat. jadi surat referensi itu baru akan jadi sorenya atau malah senin. dengan baik hati, petugas layanan pelanggan itu menawarkan untuk menelponku sore harinya jika surat itu sudah jadi. kutinggalkanlah samarinda dan berharap balik lagi sorenya. oya, surat referensi itu gratis lho 😉 .

di tenggarong, setelah jumatan, aku ke kepala planetarium untuk meminta  tanda tangannya di surat keterangan kerja. setelah itu menunggu telepon dari bank muamalat samarinda. sekitar pukul 2 siang, teleponku berbunyi. dari bank muamalat. katanya, surat itu tidak bisa diserahkan kepadaku sampai hari senin. karena saat itu pejabat yang akan menandatangani surat itu tidak balik ke kantor lagi. gawat. aku sebenarnya diharuskan untuk mengirimkan semua dokumen itu ke jakarta secepatnya agar bisa sampai senin pagi. jelas aku tidak bisa melakukannya kalau menunggu surat itu jadi. surat referensi itu pun kutinggal, tidak kupedulikan. kupikir, pastilah aku bisa bikin di jakarta.

setiap hari masku kutelpon untuk mengontrol perkembangan pembuatan paspornya. ternyata, paspornya tidak bisa jadi di hari kamis. kemungkinan baru senin. tetapi hari itu ia kembali ke kantor imigrasi untuk mencoba mencari cara supaya paspornya jadi lebih cepat. sayangnya tetap ga bisa dipastikan sampai hari senin.

hari sabtu, aku pergi mencari jasa kirim dokumen. aku temukan tiki dan tikijne. ternyata tidak ada satupun yang bisa mengirim dokumen itu agar tiba hari senin pagi. solusinya? kirim sendiri. aku harus berangkat ke jakarta untuk mengirimkan dokumen itu. jadilah siang itu aku sibuk mencari tiket pesawat ke jakarta. untungnya aku dapat penerbangan yang relatif murah untuk hari minggunya, yaitu dengan armada citilink yang tiketnya hanya berharga sekitar 520an ribu.

setelah itu, aku pun menelpon seorang supir taksi kenalanku, yang biasa mengantarkan penumpang dari/ke bandara sepinggan balikpapan. kuminta dia menjemputku pukul 5 pagi hari minggu. dengan begini, persiapanku untuk transportasi ke jakarta sudah siap.

bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *