mengejar san siro milan 3

sambungan
okelah, gapapa. toh jalan masih panjang, aku pun belum tentu berangkat. visa aja belum diurus. nah, aku juga dikabari kalau aku harus ke dubes italia untuk mengurus visanya hari jumat pukul 9 pagi. padahal aku belum ambil surat referensi. tapi kuiyakan saja sambil berharap urusan di bank cepat beres.

hari jumat tiba. aku bergegas ke bank muamalat dengan ojek. untungnya, urusannya cepat. lalu aku lanjut ke kedubes, dengan ojek juga. payahnya, tukang ojeknya ga ngerti lokasi kedubes itali. di jalan sempet nanya ke petugas di suatu kedubes. akhirnya ketemu.

di lokasi, beberapa orang udah ngantri di situ. kami antri di atas trotoar. tidak ada peneduh di atas kami, jadi bayangkan saja kalau hari itu tiba-tiba hujan. kami pasti akan basah kuyup. dan tidak ada wc di sekitar situ.

kata orang adidas, aku harus kontak seseorang bernama kiki dari sebuah agen perjalanan. aku coba telepon tapi ga bisa. kukirim sms minta bantuan ibu kiki juga ga dibalas. kemungkinannya adalah dia mematikan hpnya karena lagi sibuk.

lalu di situ aku melihat seorang lelaki yang berbaju bertuliskan agen perjalanan tempat kiki bekerja. ketika dia lewat di dekatku, terjadilah dialog berikut:

aku: “pak, maaf, saya harus kontak bu kiki. mungkin bapak kenal?”
dia: “oh, saya kiki”
aku: “oh . . .” (doh) .

ternyata ya, kiki adalah laki-laki (lmao) . ya maap, mana aku tahu

di dalam antrian, aku baru ingat kalo aku harus bayar sekitar 700ribu dan saat itu aku ga bawa uang. karena malas meninggalkan antrian, aku pun berharap bahwa nanti bisa ambil uang dulu di atm. tapi, di mana atm terdekat? aku buta daerah situ, ga ada atm terlihat sejauh mata memandang.

ada satu hal yang menarik perhatianku ketika mengantri di situ. antara trotoar yang kami gunakan untuk mengantri dengan sepetak taman di tepi jalan itu diberi pembatas pagar kawat. kulihat kawat itu dipancangkan di pohon peneduh. kasihan pohonnya, kenapa yang memasang pagar itu harus merusak lingkungan ya? (angry) .

pohon di depan kedubes italia disakiti :(
pohon di depan kedubes italia disakiti 🙁

di depan antrian, ada pintu kecil dan beberapa satpam yang berjaga-jaga. mereka tampak memegang kertas. ternyata, isinya adalah daftar orang yang diterima untuk menyerahkan berkas hari itu. aku tahu itu ketika giliran antrian telah sampai ke aku. dan namaku pun ada di situ. jadi, tidak mungkin kita datang ke situ tanpa registrasi dulu.

memasuki pintu kecil itu, kita harus melewati pendeteksi logam dan pos penjagaan. semua telepon genggam yang kita miliki dan kartu identitas harus dititipkan kepada petugas satpam di dalam pos. sebagai gantinya, kita diberi nomor penitipan dan nomor antrian. di dalam ruangan ada 2 loket, beberapa tempat duduk, dan toilet (akhirnya).

di dalam, aku sempat berbincang dengan salah seorang satpam. dia sudah kerja di situ sejak sebelum tahun 98. ketika jamannya soeharto, para pegawai di kedubes itu mendapat giliran naik haji setiap tahunnya. dan ketika gilirannya para satpam itu, pak harto lengser. ga jadi berangkat deh mereka (doh) .

satu kejutan lagi adalah masalah uang. ketika kami di dalam, pak kiki tiba-tiba masuk membawa beberapa amplop. dia memanggil beberapa orang, termasuk aku, dan memberikan amplop itu. isinya ternyata uang 700ribu. sepertinya adidas yang memberinya, terima kasih (worship) dan urusan visa pun beres.

sejak tiba di jakarta, aku udah menjelajahi internet untuk mencari info tentang milan. misalnya melihat lokasi stadion, mencari tahu cuaca di milan, mencari lokasi hotel (setelah diberi adidas), sistem transportasi, makanan, bahkan komunitas orang indonesia di milan. aku udah kontak mereka, tanya-tanya tentang milan. catatan dari mereka adalah cuaca sedang dingin, jadi aku harus persiapkan dengan baik.

berbagai info tentang pakaian musim dingin kucari di internet. toko-toko online kukunjungi untuk sekedar tahu harga barangnya, seperti long john, sarung tangan, jaket, kupluk, kaos kaki, dsb. sayangnya, penjual pakaian musim dingin hanya ada di jakarta dan bandung. di semarang tidak ada. jadi aku berpikir bahwa aku harus tetap berada di salah satu kota itu. makanya setelah ke kedubes aku tetap di jakarta.

karena dapat info hotel tempatku menginap nanti ada wi-fi gratis, aku pun berniat untuk membawa laptop. lumayan kan, masih bisa tetep ngejang (haha) . akhirnya aku cari tahu apakah sulit atau tidak kalau membawa laptop keluar negeri. tapi belakangan hotelnya ganti, jadi pencarian itu kuhentikan.

setelah dari kedubes, selanjutnya adalah penantian. batas keluarnya visa adalah hari jumat, yang kutetapkan sendiri. kalau tidak keluar sampai hari itu, aku pulang ke semarang. dan ternyata benar, jadilah aku balik ke semarang. dengan kepulanganku itu, sebenarnya aku sudah pesimis berhasil alias optimis gagal berangkat, jadi sudah ga terlalu berharap lagi.

seninnya, aku tanyakan adidas perihal visaku. belum ada kabar. selasanya, diputuskan aku ga bisa berangkat, karena pada hari itulah aku dijadwalkan berangkat. hari rabu, aku dapat kabar kalau visa ga didapat. dengan begitu, aku harus ke jakarta lagi untuk mengambil paspor. eh ternyata, visanya keluar, ada di pasporku! tapi ya gimana lagi, pihak adidas internasional ga bisa memberangkatkanku di luar jadwal (tears)  .

rencananya, aku berangkat selasa dan pulang jumat. salah satu agendanya adalah nonton pertandingan liga champions antara milan dengan ajax yang dimainkan hari kamis dinihari wib (rabu malam waktu milan). jadi ga mungkin aku ke sana tanpa nonton pertandingan itu, walaupun pengen ikut agenda lainnya, seperti ke museum milan, tempat latihan, latihan bersama (kalau tidak salah) (woot) .

begitulah petualanganku mengejar milan. ternyata tidak berhasil kuraih. sedih sih emang, tapi dapat banyak pengalaman. tapi untung aja ga jadi ke sana, milan kalah sih. coba bayangkan, kalo udah jauhjauh datang, kedinginan (nonton di stadion malammalam di musim dingin  :-& ), trus tim kesayangannya kalah. super kecewa pasti. lagipula, setelah jumat itu kondisiku drop, sakit. dan kakiku baru saja terkilir. jadi, mungkin aja aku sampai sana sakit juga, dan ga bisa ikut latihan karna lagi cedera.

oya, kalo ada kesempatan dapat hadiah ke milan berdua lagi, aku dah punya rencana tentang orang yang pertama akan kuajak 😉 . hope to c u soon milan (wave) . tamat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *