di rumah ajalah

hari ini adalah penutupan festival erau di tenggarong. acara yang paling ditunggu-tunggu adalah siram-siraman air di jalanan. semua orang boleh disiram dan tidak boleh marah. larangannya cuma ga boleh pakai air selokan. tapi tahu kan tenggarong adalah kota di tepian sungai mahakam? jadi air sungai melimpah! (woot)

ketika bersiap berangkat ke planetarium pagi tadi aku bersin-bersin, hidung gatel, dan mata mulai memanas. tapi aku tetap berangkat. eh, sesampainya di planetarium ternyata ga buka karena acara penutupan itu juga menutup akses jalan di depan planetarium (doh) pikirku, baguslah (thinking) aku pulang aja kalo gitu supaya ga usah berbasah-basahan. males, tahun lalu kan udah ngerasain (tongue) dan kondisiku kayaknya sedang ga fit (sick) daripada tambah parah mending di rumah aja ngenet, makan, tidur, ngenet, dst, dst (haha)

jadilah aku pulang. tapi tadi sempet was-was juga di jalan disiram orang. kata okan sih mulainya sekitar pk 9.30. soalnya aku bawa laptop. untungnya sampai rumah aku tetap kering (goodluck) . mari kita (code) , (hungry) , &  (sleeping)

oya, tadi mikir-mikir. acara siram-siraman begini pasti menyisakan sampah di mana-mana, terutama plastik bekas wadah air. aku paling ga suka yang begini karena warga seolah-olah diajarkan untuk bikin sampah tanpa membersihkannya (nottalking) . selain itu, kalau acara dimulai sejak pagi hingga sore, gimana yang muslim bisa shalat? (sleeping)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *